1. Bersikap lembut dan tunjukkan kasih sayang yang tulus
Anak merupakan spon yang akan menyerap semua apa yang dilihat, untuk itu jika kita ingin anak kita bersikap sopan, dan pengasih. sebagai orang tua dapat menjadi model bagaimana indahnya tau kerennya sikap sopan dan pengasih. selain itu, kita mendapatkan manfaat lain, yaitu perkataan kita akan didengarkan, tentu dengan bahasa yang lembut dan tidak menghakimi. mungkin memulai dengan mutlak adalah hal yang sulit, mungkin bisa dengan setelah memberi nasehat memberikan pelukan dan ciuman di kening kepada anak.
2. Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan
selain dengan cara bersikap lembut dan menunjukkan kasih sayang yang tulus, jika kita mau didengarkan oleh anak, maka kita juga harus menjadi teman dia salah satunya mendengarkan keluh kesah, cerita anak kita diolok atau tidak suka sama teman mainnya. mungkin banyak orang tua yang merasa itu semua tidaklah penting. bagaimana dengan kita bunda, menceritakan kesedihan dan kekesalan kita mengurangi rasa jengkel dan kesedihan bukan?? begitu juga anak-anak.
3. Bangun kreatifitas dengan bermain bersama
apalah artinya bersikap lembut dan menjadi pendengar kalau kita tidak peduli dengan apa yang anak kita lakukan??? hal itu seperti suami yang bersikap lembut dan mendengarkan kita tetapi dia hanya diam mematung ketika kita sibuk sedang dia bersantai. begitu juga anak kita, dia akan menghargai berkreasi bersama, jika perempuan mungkin ketika kita memasak mereka juga diajak dengan cara memotong dengan cara mereka. atau kita sesekali ikut mereka lompat tali, ya itung-itung olah raga. selain menjadi teman, mereka akan lebih terbuka dengan kita, dan akan lebih mudah mengawasi perkembangan mereka.
4. Hindari menggunakan kata "Jangan"
sebenarnya bukan hanya berkata jangan, tetapi membatasi anak dan terlalu melarangnya akan membuat kreatifitas anak tidak berkembang. padahal dengan kreatifitas yang berkembang sempurna itu anak akan tumbuh menjadi anak yang inovatif ketika dia kelak menjadi dewasa. misalnya, ketika anak-anak sedang berisik. biasanya bunda-bunda banyak yang berkata, "ssssttt... jangan bereisik." mungkin dapat diganti dengan, "ssssttt pelan dikit dong suaranya, kasihan ini adek kakak mau tidur."
5. Jadilah panutan dan idola untuk anak Anda
anak-anak seperti orang dewasa mengidolakan sosok yang dapat dihandalkan dari semua kegelisahan. namun, biasanya terimplementasikan menjadi tokok imaginasinya, seperti batmen atau superman, atau catwomen ataupun siapapun. selain merupakan gambaran dari rasa cemas, tokoh itu seperti replika bagaimana dia akan menjadi dewasa. dalam kehidupan nyata, sebagai bunda bisa menjadi orang yang selalu dihandalkan ketika dia cemas, takut ataupun ketika sedih.
6. Berikan rasa nyaman
menjadi tempat bercerita, bukan hanya menjadi teman yang dengerin aja, dengan ekspresi datar. tetapi ketika mereka bercerita atau melakukan aktifitas bersama buatlah menjadi suasana yang nyaman, dan hindari pembicaraan yang membuat kita sebagai orang tua yang lebih mengerti. atau bisa lebuh seru jika suatu masalah dipecahkan bersama. sehingga akan terjadi diskusi tentang masalah atau ide-ide tertentu. dengan banyak berdiskusi kecil dengan mereka akan membuat pola pikirnya menjadi lebih luas.
7. Tumbuhkan sikap menghormati
sikap menghormati adalah sesuatu yang harus ditumbuhkan sejak kecil. agar ketika dia dewasa menjadi orang yang dapat berperilaku asertif tetapi tidak menyakiti orang lain.untuk itu, berusahalah menghargai semua apa yang telah dia karyakan. selain membuat mereka menghormati karya orang nantinya, dia akan mengerti bagaimana rasa dihargai. dan didepan anak, kita harus menghargai siapapun.
8. Ajarkan rasa tanggung jawab
ajarkan menjadi bertanggungjawab, adalah, mengajari bagaimana dia menyelesaikan kesalahan. misalnya dia menjatuhkan piring. jika umurnya sudah mengerti bagaimana bagian tajam atau tidak, bunda-bunda bisa meminta mereka memberihkan dan membuang di tempat yang aman. tetapi bukan dengan cara yang menghakimi, misalnya, "ayo kita bersihkan kak, nanti kakak yang buang di sana ya. habis itu kakak menyapu kemudian dipel, biar pecahan kacanya tidak melukai orang lain."
atau ketika masih usia balita, kita dapat mengajari bagaimana setelah bermain kita ajari untuk mengumpulkannya bersama.
9. Ajarkan untuk meminta maaf
Meminta maaf atas sebuah kesalahan adalah tindakan yang mulia dan kesatria dan minta maaf. mungkin ketika dia berbuat kesalahan. ajari untuk meminta maaf, bisa pura-pura cemberut dan berwajah marah. misalnya dengan bilang, "udah ah bunda marah, ayo kakak minta maaf dulu." kalau dia sudah minta maaf, langsung peluk dan cium mereka. dan kemudian bertanya, lain kali kalau ...... kakak ..... "
10. Jangan ditakut-takuti
jika bunda ingin anaknya tidak menjadi penakut, maka jangan ditakut-takuti. apalagi jika menakuti dengan sesuatu yang tidak bahaya, salah-salah jika kelak dewasa anaknya bisa menjadi phobia dengan hal tersebut. tinggal dibujuk diberi tahu akibat dan dampak atas perilaku yang dia lakukan. tetapi dengan nada yang lembut dan tidak menghakimi dan sok tahu. selain itu ketakutan ini akan membuat dia takut untuk mencoba hal baru dan bereksplorasi tentang hidupnya.
11. Jangan dibohongi
Sama halnya dengan ditakut-takuti, jika sering diajarkan untuk berbohong, anak akan meniru apa yang selama ini dia serap. untuk itu lebih baik untuk memberi tahu dampak atas perilaku yang dia berikan.
12. Jangan berkata keras dan mengancam
Anak itu selain seperti spon, dia juga seperti kertas, tinggal bagaimana menulis diatas diatas kertas itu, jika kita terlalu berkata keras dan mengancam. dia akan demikian. maka ajarkan untuk menjadi lembut dan perilaku penuh kasih sayang.
13. Ajarkan keterbukaan
keterbukaan bisa diajarkan dengan kita sering bertanya tentang keseharian dia disekolah, dan menanyakan apa yang paling seru dari kesehariannya tersebut, dan bagaimana hal yang paling dia tidak suka. hal itu seiring berjalannya waktu jika dilakukan maka buah hati kita akan bercerita dengan sendirinya tentang kehidupan dia sehari-hari.

No comments:
Post a Comment